Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Air Aquarium Keruh! Ketahui 6 Cara Membersihkan Aquarium Agar Tetap Bersih

Konten [Tampil]
cara membersihkan aquarium

Cara membersihkan air akuarium bisa dilakukan secara mandiri dengan menggunakan alat dan bahan yang didapatkan. Akuarium adalah wadah, biasanya digunakan untuk memelihara hewan air laut atau air tawar. Akuarium biasanya juga digunakan sebagai dekorasi agar ruang tamu menjadi lebih hidup dan indah. Oleh karena itu, sangat perlu dijaga kebersihannya untuk menunjang kejernihan akuarium.

cara-menjernihkan-air-aquarium, Kehadiran Akuarium sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Banyak toko khusus menjualnya dalam berbagai ukuran dan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dari kecil hingga besar, Anda dapat memiliki semuanya. Selain itu, pesanan sering kali menyediakan metode khusus. Jadi anda bisa request ukuran dan bentuk yang anda inginkan.

Saat kita memiliki akuarium, bukan berarti kita hanya menikmati keindahan yang dihadirkannya, Namun air juga perlu dijaga agar tetap bersih dan jernih agar tetap indah. Seringkali kita kesulitan untuk menjaga kejernihan air di akuarium rumah kita. Apalagi jika ikan yang kita pelihara sering diberi makan.

Makanan yang kita berikan pada ikan seringkali meninggalkan residu yang pada akhirnya dapat menyebabkan proses kekeruhan pada air akuarium. Kotoran ikan juga menjadi salah satu penyebab kotornya air akuarium. Tentunya permasalahan tersebut harus diantisipasi dengan perawatan yang tepat agar kejernihan air akuarium dapat terjaga. Pada artikel ini, kita akan membahas cara menjernihkan air akuarium. Mari kita lihat bersama!
Berikut beberapa cara penjernihan kualitas air akuarium yang dapat dijadikan bahan referensi, sebagai berikut:

1. Beri makan hewan peliharaan Anda secukupnya

Memberi makan juga berdampak besar pada kejernihan air akuarium rumah Anda. Sangat penting bagi Anda untuk memahami kebiasaan dan karakteristik hewan peliharaan Anda sehingga Anda dapat mengatur porsi makanan hewan peliharaan Anda dengan lebih mudah. Perhatikan kapan pemberian makan yang tepat. dan seberapa sering makanan harus diberikan. Jika Anda terus-menerus memberi makan hewan peliharaan Anda dan tidak tahu kapan harus memberinya makan, pastinya hal yang anda lakukan tersebut terasa sia-sia. 

Bukannya makanan tersebut habis dimakan, melainkan makanan tersebut akan terombang-ambing dan tentu saja mengeruhkan air yang ada. Jadi Anda harus memahami hal-hal seperti itu agar Anda tidak timbul rasa kesal karenanya. Setelah mengetahui waktu pemberian pakan yang tepat, langkah selanjutnya adalah memperhatikan jumlah pemberian pakan per hari. 

Cobalah untuk memperhatikan jumlah makanan yang bisa dimakan hewan peliharaan Anda. Jika sudah mendapatkan dosis yang tepat, lakukan hal ini setiap hari untuk mencegah adanya makanan berlebih yang dapat menyebabkan air akuarium menjadi keruh.

Anda mungkin juga tertarik dengan: 8 Burung Terbesar di Dunia dan Fakta Uniknya

2. Ganti air akuarium secara teratur

Penggantian air secara teratur diperlukan untuk menjaga kejernihan air dan menjaga kesehatan hewan peliharaan Anda. Ganti air akuarium minimal seminggu sekali atau sebulan sekali. Kotoran dari hewan peliharaan dapat menyebabkan air menjadi keruh lebih cepat. Sebelum mengganti air, sebaiknya siapkan air baru sehari sebelum proses pengurasan. Seringkali beberapa hewan peliharaan seperti ikan tidak langsung beradaptasi dengan air dari keran atau sumur. Oleh karena itu, Anda perlu membiarkan air menyala setidaknya selama satu malam.

Nah, jika sudah waktunya ganti air, Anda bisa memindahkan ikan secara perlahan dan bergantian ke dalam ember berisi genangan air agar ikan tidak mengalami situasi stres yang bisa memicu kematiannya. Hal ini membuat Anda lebih leluasa menguras tanpa khawatir lagi karena ikan masih dalam kondisi yang baik. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh permukaan kaca secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar. Bersihkan juga batu kerikil dengan sikat dan aksesoris lainnya agar tidak terkena kotoran dalam waktu yang relatif singkat.

3. Gunakan filter untuk menjaga kejernihan air

Cara menggunakan filter untuk mengeluarkan air dari akuarium. Filter adalah alat yang tepat untuk digunakan di akuarium Anda. Filter bekerja dengan cara menyaring semua kotoran yang ada di dalam aquarium sehingga kotoran tersebut tersangkut di dalam filter. Juga, filter sangat berguna dalam memberikan suplai oksigen, karena perputaran air menyebabkan gelembung oksigen.

Jika filter mulai kotor, sebaiknya segera dibersihkan hingga benar-benar bersih sebelum digunakan agar kotoran tidak tumpah dan akhirnya kembali ke akuarium. Yang perlu diingat adalah mengecek filter secara berkala dalam waktu 24 jam setiap kali untuk membersihkan kotoran yang dihasilkan oleh ikan, agar ikan tetap terjaga kebersihannya.

Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah perangkat penyaring, seperti selang, yang merupakan alat perantara masuknya air ke dalam saringan. Selang biasanya menjadi tempat favorit bagi lumut untuk berkembang biak. Karena bagian ini selalu terkena air 24 jam sehari, maka memiliki tingkat kelembapan yang baik.

4. Ganti spon atau kain yang ada di dalam filter

Untuk memudahkan perawatan filter dan menjaga air di akuarium Anda tetap jernih, Anda harus hati-hati mencuci spons atau kain filter di bagian filter. Jika Anda merasa spons atau kain saring kotor, segera cuci. Untuk mengantisipasi pencucian yang akan memakan waktu lama, Anda harus memiliki lebih dari satu spon atau kain saring cadangan.

Jika Anda membiarkan kotoran menempel pada spons atau kain saring dan mengendap dalam waktu yang lama, akan sulit bagi Anda untuk melakukan proses pencucian sendiri. Bahkan jika Anda mencucinya secara teratur, itu mudah dilakukan. Pasalnya, kotoran yang terlalu lama mengendap akan menempel seperti lem dan sulit dibersihkan. Perlu dilakukan proses perendaman terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel. 

Selain itu, jika spon atau kain saring terlihat rusak dan tidak layak pakai, sebaiknya segera diganti dengan yang baru, jangan sampai saringan tidak terbuka. Jika spon atau kain saring dalam keadaan rusak, kotoran yang masuk ke dalamnya tidak akan tersaring dengan baik dan akan kembali ke akuarium sebagai gantinya. Nah, kondisi seperti itu hanya membuang-buang waktu dan pemborosan listrik.

5. Gunakan media arang

Arang sejauh ini hanya digunakan sebagai bahan bakar memasak, tetapi sebenarnya dapat digunakan untuk membantu menjaga kebersihan dan kesehatan hewan di akuarium. Sebelum menggunakannya, sebaiknya pastikan terlebih dahulu arang tersebut bebas dari debu atau kotoran lainnya. Anda kemudian dapat memasukkan arang ke dalam kotak filter yang disediakan. Air yang masuk ke filter dan menyentuh arang akan masuk ke akuarium. 

Nah, arang mengandung zat yang bisa membantu membuat air menjadi lebih jernih, sehat, dan bebas klorin. Ini adalah cara mudah untuk bekerja menjaga akuarium Anda tetap terjaga dan sehat.
Periksa kondisi arang yang Anda masukkan. Jika dalam jangka waktu tertentu arang mulai lapuk karena kondisi basah yang ada, maka harus segera diganti dengan arang yang baru. Hal ini diperlukan agar serpihan arang akibat pelapukan tidak mencemari air di dalam akuarium.

6. Mengatur pencahayaan aquarium

Misalnya, salah satu peran terpenting dalam menghadirkan aquascape adalah pengaturan cahaya. Tanpa pencahayaan yang tepat, Aquascape tidak akan bekerja dengan baik. Jika terlalu sedikit cahaya, tanaman akan kerdil dan tidak sehat. Sebaliknya, jika cahaya terlalu terang, tanaman akan tumbuh lumut, menyebabkan daun kehilangan kilau.

Ada beberapa jenis lampu yang beredar di pasaran. Mereka dibedakan dengan nomor berkode K (Kelvin) pada kemasannya. Semakin tinggi angka pada bohlam, semakin panas dan biru cahayanya. Pemilihan jenis warna terang dapat mempengaruhi kesuburan tanaman. Jenis lampu ini termasuk lampu neon, lampu LED, dan lampu halida logam.

Aquascape selalu bergantung pada sumber pencahayaan lampu. Sinar matahari tidak cocok karena kandungan inframerah dan spektrum warna terlalu tinggi.

Durasi pencahayaan perlu diatur untuk menyesuaikan kebutuhan tanaman dan besarnya kadar sinar. Agar penampilannya optimal, durasi penyinaran maksimum 12 jam per hari dan minimum 5 jam per hari yang dibagi ke dalam dua waktu penyinaran. 6 jam pertama lampu dinyalakan, 3 jam berikutnya lampu dimatikan, dan 6 jam berikutnya lampu dinyalakan kembali.

Gunakan rumus pencahayaan berdasarkan ukuran akuarium dan jenis tanaman, baik dengan rumus untuk tanaman berkadar cahaya rendah, medium, maupun tinggi. 

Anda mungkin juga tertarik dengan: Fakta Panda Merah, Spesies Lucu Yang Terancam Punah

Dapat disimpulkan bahwa cara-cara membersihkan air akuarium di atas dapat anda gunakan sebagai acuan yang baik dalam upaya anda menjaga air akuarium anda tetap jernih dan sehat. Semoga artikel ini dapat membantu Anda bagaimana cara pembersihan air akuarium. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Post a Comment for "Air Aquarium Keruh! Ketahui 6 Cara Membersihkan Aquarium Agar Tetap Bersih"